Apa Itu Endotoksin? Memahami Sumber, Mekanisme, dan Pengujiannya
Memahami apa itu endotoksin, bagaimana endotoksin memicu respons imun, serta bagaimana metode LAL dan pendekatan chromogenic digunakan dalam pengujian endotoksin.
Endotoksin adalah komponen dinding luar bakteri Gram-negatif, terutama lipopolisakarida (LPS). Ia tidak “dibuat untuk disekresikan”; endotoksin terutama dilepas ketika bakteri mati, pecah (lisis), atau melepaskan vesikel membran luar.
Proses terjadinya secara ringkas:
Bakteri Gram-negatif membentuk membran luar yang mengandung LPS.
Bagian toksik LPS disebut lipid A.
Saat bakteri berkembang biak, rusak oleh sistem imun, atau dihancurkan antibiotik, membran luarnya pecah/melepas LPS.
LPS masuk ke jaringan atau aliran darah.
Sistem imun mengenalinya melalui reseptor TLR4 pada sel imun.
Terjadi pelepasan mediator radang seperti TNF-α, IL-1, dan IL-6.
Jika responsnya berlebihan, dapat terjadi demam, tekanan darah turun, gangguan pembekuan, hingga sepsis atau syok septik.
Jadi, endotoksin berasal dari lipid A pada LPS bakteri Gram-negatif dan menjadi berbahaya terutama ketika dilepaskan dalam jumlah besar ke tubuh.
Karena darah ketam kuda mengandung amoebocyte, sel imun yang sangat peka terhadap endotoksin bakteri Gram-negatif.
Jika endotoksin (LPS) masuk, amoebocyte akan memicu reaksi pembekuan atau pembentukan gel. Mekanisme ini adalah pertahanan alami ketam kuda untuk “mengurung” bakteri yang masuk.
Dalam uji LAL (Limulus Amebocyte Lysate):
Ekstrak amoebocyte dicampur dengan sampel.
Bila ada endotoksin, terjadi reaksi enzimatik yang menghasilkan gel, kekeruhan, atau perubahan warna.
Sensitivitasnya sangat tinggi, sehingga cocok untuk memastikan obat suntik, alat medis, atau cairan infus bebas endotoksin.
Saat ini juga ada alternatif non-hewan, yaitu recombinant Factor C (rFC), yang meniru komponen kunci reaksi tersebut dan dapat mendeteksi endotoksin tanpa menggunakan darah ketam kuda.
Nama yang benar adalah Limulus polyphemus. Ada 4 spesies Ketam Kuda yang masih hidup di dunia:
Limulus polyphemus — Amerika Utara
Tachypleus tridentatus — Asia Timur/Asia Tenggara
Tachypleus gigas — Asia Selatan dan Asia Tenggara
Carcinoscorpius rotundicauda — Asia Tenggara
Di Indonesia, umumnya ditemukan tiga spesies Asia terakhir; Limulus polyphemus berasal dari pantai Atlantik Amerika Utara.
Produk Terkait
Gel Clot Endotoxin Assay
Reagen untuk deteksi endotoksin bakteri berdasarkan metode gel-clot tradisional dengan endpoint visual yang jelas.
Micro Kinetic Chromogenic Reagents with 96-well Plates
Reagen kromogenik kinetik mikrokhusus untuk deteksi endotoksin secara kuantitatif menggunakan 96-well plates.